Desa Duwet, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Klaten 57466, telp 0272 3166005
Welcome
image

Desa Wisata Soran

0272 3166005, 085643902022


Alamat : Desa Duwet, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Klaten
Potensi Wisata : Wayang Kulit, seni tari, gejog lesung, karawitan, campursari, keroncong, jathilan, batik, dunia pertanian, industri emping garut, sapu dan sulak, soon, genting, candi, batu nganten

LAPORAN PNPM MANDIRI PARIWISATA 2010 OLEH : Unit Pengelola Pariwisata desa Duwet

A.    PENDAHULUAN
Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Pariwisata salah satu bidang yang potensial untuk dikembangkan karena mempunyai daya dorong menggerakkan perekonomian masyarakat adalah sector pariwisata. Bahwa program ini diyakini dapat memberikan kemanfaatan langsung kepada masyarakat. Dalam program ini di wujudkan dalam kegiatan yang lebih konkrit dalam upaya mendorong ekonomi masyarakat masyarakat agar mampu bergerak dibidang usaha kepariwisataan.
Desa Wisata Soran atau yang sering disingkat DEWI SORAN merupakan nama desa wisata yang dikembangkan oleh masyarakat di desa Duwet, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Klaten. DEWI SORAN ini berdiri tahun 2002 atas kerjasama antara yayasan Soran dengan masyarakat desa  yang kemudian dibentuklah kepengurusan dengan nama “Komisi Desa Wisata” yang berperan sebagai team pengurus bagi pengembangan DEWI SORAN. Keberadaan DEWI SORAN ini menjadi tempat untuk memperkuat pengembangan masyarakat terutama mengangkat potensi seni dan budaya, kerajinan rakyat, potensi ekonomi kerakyatan yang mampu mendorong perkembangan masyarakat. Pada awalnya gerakan ini berada di ligkup dukuh Soran. Dalam perkembangannya kegiatan bergerak ke wilayah – wilayah sekitarnya sebagai jalinan kerjasama untuk mempromosikan potensi – potensi yang dapat dikembangkan sebagai daya dukung kepariwisataan.
Selama 7 tahun berjalan DEWI SORAN belum mampu melakukan pengelolaan dan membuat perencanaan kerja – kerjanya. Hal ini karena banyaknya keterbatasan kemampuan yang dimiliki oleh DEWI SORAN dalam mengelola komisi ini. Selain itu dukungan dari jaringan lain belum maksimal. Semnjak tahun 2009 desa Duwet mendapatkan PNPM Mandiri Pariwisata sebagai pengembangan dari program PNPM Mandiri Perkotaan. Dengan PNPM Mandiri Pariwisata ini mendorong kembali bangkitnya pengembangan desa wisata.
Kemudian dibentuklah Unit Pengelola Pariwisata sebagai upaya untuk mendorong dan membangkitkan kembali potensi – potensi masyarakat untuk pengembangan kepariwisataan yang diharapkan mampu mengembangkan perekonomian masyarakat desa dalam mengupayakan pengentasan kemiskinan seperti tujuan dari program PNPM ini.
Pada tahun 2009 sebagai awal program ada dana Rp 52.550.000,- (lima puluh dua juta lima ratus lima puluh ribu rupiah) dari PNPM Mandiri Pariwisata. Dana tersebut dipakai untuk membangkitkan kembali kegiatan kesenian berupa seni Gejog Lesung, Karawitan, fasilitasi alat – alat kesenian, fasilitasi sarana prasarana atraksi berupa panggung dan sound system.
Dari program tersebut telah mampu menggerakan kelompok – kelompok swadaya masyarakat (KSM) seperti kelompok karawitan (bapak, Ibu, Anak), seni gejog lesung, kelompok pengelola sarana atraksi.
Sedangkan pada tahun 2010 desa Duwet untuk pengembangan DEWI SORAN mendapatkan dana sebesar Rp 60.000.000 (enam puluh Juta rupiah) yang dipakai untuk menindaklanjuti kegiatan sebelumnya dan pengembangan potensi – potensi lainnya. Pada tahun 2010 ini pendanaan dipakai untuk kegiatan pendirian sanggar kesenian anak, fasilitasi peralatan kesenian Jathilan, fasilitasi paket wisata wayang bagi anak – anak, peningkatan kapasitas masyarakat berupa pelatihan kepariwisataan, pelatihan batik, pembuatan media promosi berupa buku, brosur dan web (www.dewisoran.com) serta untuk peningkatan sarana atraksi.
Selama dua tahun ini telah dimunculkan kembali kegiatan – kegiatan kesenian seperti karawitan, gejog lesung, jathilan, seni tari terutama anak – anak, persewaan sarana atraksi.
B.    POTENSI DEWI SORAN
Duwet sebagai desa yang terletak di 22 km dari puncak merapi memiliki potensi yang cukup besar. Desa ini terletak di kecamatan Ngawen, Kabupaten Klaten berjarak dari pusat kota lebih kurang 5 km. desa ini dapat ditempuh dari Jogjakarta 30 menit dan dari kota solo 45 menit.
Banyak potensi yang masih dapat dikembangkan untuk mendukung pengembangan kepariwisataan. Kami coba membagi dalam beberapa potensi seperti :
a.    Daya Tarik Wisata Alam
Potensi yang menarik dari kondisi alam di desa Duwet berada pada :
•    Situasi alam pedesaan
•    Desa Duwet merupakan daerah perbatasan dari 4 kecamatan dan di belah oleh sungai yang bersumber dari pecahan anakan sungai dari lereng merapi
•    Daerah Pertanian dengan berbagai tanaman seperti padi, jagung, sayuran, tebu, kacang tanah, ketela, tebu.
•    Lingkungan Industri Rumah Tangga
b.    Daya Tarik Wisata Budaya dan Kerajinan
Ada beberapa situs budaya yang menjadi perhatian Dewi Soran dan belum terawat dengan baik seperti : Candi Merak merupakan salah satu peninggalan jaman Hindu lebih kurang 3 km dari Soran yang berada di desa Karangnongko, Kecamatan Karangnongko, Kabupaten Klaten ; di dusun Josuman ada “sendang” yang merupakan sumber air  bagi sawah di desa Duwet yang juga tidak terawat sehingga candi di sendang ini hilang di curi orang ; Di Mangsuran ada “Watu Nganten”, menurut cerita bahwa jaman dulu tempat ini dipakai sebagai penyerahan temanten kepada Tuhan sebagai ucapan syukur dan minta berkah agar selama perkawinan dapat berjalan langgeng ; “soropadan” yaitu lahan seluas lebih kurang 3 ha yang dianggap daerah wingit dan tidak ada penghuninya, menurut cerita jaman pertempuran dengan Belanda daerah ini tempat menyerahkan jiwa bagi tanah air, asal kata dari “sorohbadan” (menyerahkan jiwa) ;rumah – rumah adat jawa model joglo kampong.
Seni pedalangan / wayang kulit yang ada di dusun Soran menjadi acuan bagi perkembangan pedalangan Surakarta, bahkan sering juga bertandang keluar negeri seperti Jepang. Tempat ini juga pernah menjadi pentas dalang luar negeri yang belajar di Indonesia. Wayang sebagai bentuk budaya yang mempunyai nilai seni tinggi. Selain sebagai seni budaya juga dikembangkan produk ukiran wayang kulit maupun bahan baku kayu.
Ada beberapa seni dan dolanan anak yang perlu mendapat perhatian serius karena merupakan kekayaan yang tak ternilai harganya bagi perkembangan kebudayaan masyarakat. Ada seni lukis, seni tari, ketoprak, karawitan anak, keroncong dan campursari, gejog lesung, jatilan, reog, wayang wahyu atau wayang suket merupakan bentuk seni budaya yang ada dimasyarakat. Dolanan anak yang ada “bentik”, jamuran, kelereng, gangsing, sembunyi – sembunyian, tayaran, jetungan, dakon, sudamanda, betengan, dll. Permainan ini semakin hari semakin hilang dari permainan harian anak – anak jaman sekarang. Model permainan ini banyak mengandung ajaran bagi anak – anak untuk pendidikan mental, keberanian, kekompakan, saling tolong – menolong.
Pada bulan Jawa ada bulan “Besar” yang merupakan bulan untuk ruwatan bumi di dusun Soran. Setiap bulan tersebut diadakan wayang kulit dengan lakon “brontoyudo”. Selain itu ada tradisi “suran” di dusun Duwet dan Josuman juga ada ruwatan dengan mengadakan wayang kulit. Sedangkan setiap tahun ada budaya ”sadranan” di dusun Soran dan Mangsuran dengan acara kenduri besar yang mengumpulkan semua masyarakat di dusun tersebut baik anak – anak, pemuda, orang tua, laki maupun perempuan semua berkumpul untuk mengadakan pesta bumi / kenduri besar. Semua warga mengucapkan syukur kepada Tuhan sang pencipta atas kehidupan ini yang dilanjutkan dengan makan bersama dari makanan yang disediakan saat kenduri tersebut.
Sanggar Anak Merdeka merupakan salah satu sanggar di Soran yang diharapkan mampu mengupayakan “harta” peninggalan berupa permainan anak maupun budaya – budaya bagi pengembangan anak. Sanggar ini pernah mendapat bantuan berupa buku bacaan untuk melengkapai perpustakaannya. Setiap hari anak yang berkumpul untuk bermain rata – rata 25 orang. Kegiatan sanggar belum dikelola dengan serius karena kekurangan fasilitas pendukungnya dan tenaga sukarelawan.
c.    Dukungan Terhadap Desa Wisata Lain
Dukungan terhadap desa wisata lain disekitar desa Duwet berupa lokasi industri rumah tangga seperti industri soon, indutri wayang kayu, sulak dan sapu, penyediaan fasilitas hiburan dan kesenian.
d.    Dukungan Terhadap Industri Pariwisata
Ada beberapa dukungan pengembangan industri pariwisata yaitu sablon dan Video Shooting, fasilitas sarana hiburan, kerajinan tangan, alat transportasi (mobil, andong, sepeda, motor)

e.    Sarana Prasarana Kepariwisataan
Sarana dan prasarana penunjang seperti jalan, sanitasi lingkungan dan penataan rumah sebagai home stay di desa penting untuk dilakukan sebagai upaya mendukung bagi kehidupan masyarakat.
Pengembangan media seperti audio visual dan cetak menjadi sarana yang dapat membantu bagi dokumentasi dan penyebaran informasi yang memadahi bagi pengembangan Desa Wisata di Desa Duwet beserta potensi – potensinya. Dengan keberadaan media akan dapat mendukung lebih cepat perkembangan masyarakat dengan potensinya dan dapat membangun jaringan dengan yang lain.
f.    Kegiatan Perekonomian dibidang Pariwisata
Dulu masyarakat banyak mengenal makanan – makanan local yang berkembang di desa. Sejalan dengan perkembangan jaman dan arus globalisasi banyak jenis makanan – makanan tradisional dan bahan – bahan baku untuk membuatnya hilang dari peredaran. Dengan peranan media terutama televisi yang tiap hari menyiarkan hasil – hasil makanan pabrikan menjadikan hilangnya gairah masyarakat terhadap pelestarian makanan – makanan tradisional. Sejalan perkembangan pertanian lahan – lahan pertanian berubah menjadi lahan industry batu bata, sehingga lahan – lahan bekas pembuatan batu bata menjadi rusak. Sebagai langkah perbaikan perhatian pada peternakan dan pertanian ramah lingkungan harus diupayakan untuk mengembalikan kesuburan lahan pertanian. Sector pertanian ini diharapkan mampu menopang bahan baku pengembangan industry rumah tangga sebagai dukungan pengembangan potensi pariwisata.
C.    MASALAH YANG DIHADAPI
Banyak masalah yang dihadapi dalam pengembangan program peningkatan perekonomian masyarakat melalui pengembangan potensi masyarakat melalui kepariwisataan yang dikemas dalam desa wisata. Berikut beberapa masalah yang dapat kita dokumentasikan :
1.    Kesadaran dan kepercayaan masyarakat terhadap potensi bagi pengembangan kepariwisataan lemah.
Masyarakat belum banyak yang menyadari bahwa disekitarnya banyak potensi – potensi yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan perekonomian melalui  pengembangan desa wisata. Bagi yang sudah sadar belum banyak melangkah apa yang dapat dilakukan. Sehingga gerakan ini belum sepenuhnya mendapat dukungan warga masyarakat.
2.    Dukungan kebijakan pemerintah yang belum maksimal
Pemerintah pusat telah memberikan dukungan berupa pendanaan dan asistensi namun dukungan dari pihak pemerintah daerah dan pemerintah desa masih dirasakan kurang. Lebih terkesan sepotong – sepotong.
3.    Minimnya dukungan sarana prasarana
Bagi pengembangan sector kepariwisataan membutuhkan berbagai sarana prasarana pendukung kepariwisataan seperti pusat informasi, sarana promosi, Jalan, tempat tinggal / homestay, fasilitas kepariwisataan.
4.    Pengorganisasian yang masih lemah
Pengorganisasian menjadi point penting sebagai langkah operasional dan kepemimpinan dalam menggerakakan masyarakat. Dukungan dan sikap yang apatis atau belum percaya di masyarakat baik para elit politik dan tokoh utamanya masih mendominasi dalam pengembangan kepariwisataan didesa.
5.    Networking yang masih lemah
Jaringan juga menentukan dalam pengembangan kepariwisataan. Dukungan dari berbagai pihak sangat diperlukan untuk mendukung bagi pengembangan desa wisata. Belum banyak dukungan secara nyata baik dari pihak pemerintah, swasta maupun masyarakat untuk bergerak bagi pengembangan kepariwisataan di desa.
D.    KEGIATAN YANG TELAH DILAKUKAN
Dalam upaya mengangkat masyarakat desa melalui Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Pariwisata 2010 di desa Duwet ini telah dilakukan kegiatan – kegiatan berupa :
1.    Menumbuhkan kembali potensi – potensi kesenian di masyarakat.
Kegiatan ini berupa memberikan fasilitas kelompok – kelompok kesenian di masyarakat seperti kelompok karawitan (Bapak, Ibu, anak). Jadi ada tiga kelompok utama dimasyarakat yang melestarikan kesenian karawitan. Memberikan fasilitas kelompok kesenian gejog lesung berupa alat lesung dan pemukulnya/alu yang telah dilakukan pada tahun 2009. Menfasilitasi kelengkapan alat music dan seragam bagi kelompok kesenian jathilan yang difasilitasi tahun 2009 dan 2010.
Untuk menumbuhkan generasi pecinta budaya dan kesenian dibentuklah sanggar kesenian sebagai wadah bagi masyarakat terutama anak – anak untuk berlatih dan mengembangkan kesenian di masyarakat. Ada 70 anak (laki 25, perempuan 45) yang tergabung dalam sanggar melati yang di fasilitasi di tahun anggaran 2010 ini.
2.    Pengadaan sarana prasarana atraksi
Ditahun 2009 dan 2010 sebagian dana dipakai untuk pengadaan fasilitas pementasan kesenian berupa panggung dan sound system. Dengan panggung dan sound system ini dirasakan dapat membantu penyediaan sarana pementasan wayang kulit, hiburan kesenian bahkan sering dipakai untuk bagi masyarakat yang mempunyai hajat seperti perkawinan. Dengan sound system juga memudahkan masyarakat yang memerlukan seperti kematian, pesta ulang tahun, perkawinan, mendukung kegiatan taradisi besaran, njadran dan suran.
Dengan minat sewa peralatan ini memberikan peluang kerja bagi masyarakat terutama pengelola. Paling tidak ada sekitar 10 orang yang dapat terlibat.
3.    Peningkatan kapasitas masyarakat
Kegiatan ini berupa pelatihan untuk memberikan bekal kemampuan dan peningkatan pengetahuan masyarakat. Sehingga pengembangan sumberdaya manusia ini dapat memberikan dukungan sepenuhnya dalam pengembangan kepariwisataan di desa. Kegiatan pelatihan berupa pelatihan kepariwisataan. Kegiatan ini didahului untuk belajar di desa wisata pentingsari (DEWI PERI), desa Umbulharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman. Dengan belajar tersbut masyarakat mengetahui konsep desa wisata yang selama ini berbeda sekali dengan wisata pada umumnya. Upaya ini untuk menambah kepercayaan masyarakat akan potensinya bagi pengembangan desa wisata. Kemudian dilanjutkan dengan pelatihan pemahaman konsep di balai desa Duwet.
Pelatihan batik sebagai bentuk kegiatan untuk meningkatkan pemahaman tentang batik, potensi pengembangan serta kemampuan masyarakat dalam mengenal batik lebih dekat. Tujuannya dengan batik ini diharapkan dapat membuka peluang kerja bagi masyarakat untuk meningkatkan perekonomiannya. Kedua kegiatan tersebut difasilitasi anggaran tahun 2010.
Selain kegiatan yang difasilitasi oleh PNPM Mandiri Pariwisata juga atas inisiatif masyarakat dilakukan peningkatan kapasitas masyarakat terutama anak – anak untuk berlatih bahasa inggris secara rutin seminggu sekali. Kegiatan ini didukung oleh para relawan yang peduli terhadap anak – anak yang berasal dari DEWI SORAN sendiri.
4.    Membangun konsep dan Cita – Cita
Kegiatan berupa diskusi, sarasehan yang dilakukan untuk menyusun perencanaan bagi pengembangan desa wisata ke depan. Apa yang akan di lakukan dan apa cita – cita penataan DEWI SORAN ke depan. Hasil yang dicapai berupa rencana strategis Program Jangka Menengah Pembangunan Pariwisata desa Duwet tahun 2011 – 2013. Dokumen ini berisi gambaran desa serta pedoman dalam penyelenggaraan pembangunan kepariwisataan di desa duwet kususnya.
5.    Membangun Networking
Pentingnya jaringan dan kerjasama dengan berbagai stakeholder sangat diperlukan untuk menata kembali desa wisata. DEWI SORAN mencoba melakukan penjajagan kerjasama dengan habitat Indonesia dalam keikutsertaan membangun fasilitas bagi pengembangan desa wisata soran. Kegiatan yang telah dilakukan berupa diskusi dan perencanaan program bagi pembangunan masyarakat didesa wisata soran.
Selain itu juga sedang dijajagi kerjasama dengan tour dan trevel Sargede untuk ikut serta mempromosikan potensi wisata di DEWI SORAN.
6.    Penataan potensi dan paket – paket wisata
Potensi – potensi yang ada dan dikemas agar mempunyai daya tarik bagi wisatawan sangat penting. Kegiatan yang sedang dilakukan yaitu berupa pendiskusian pembuatan paket – paket wisata yang nantinya akan ditawarkan kepada masyarakat / para wisatawan. Paket yang sedang disiapkan seperti paket wisata budaya (tradisi nyadran, besaran dan suran), paket wisata pendidikan (wisata wayang, mengenal batik, dunia pertanian) bagi anak dan remaja, paket wisata industry kerajinan dan pangan.
7.    Penataan Kelembagaan
Kelembagaan menjadi kunci pokok bagi pengelolaan pariwisata. Tahapan yang sedang dilakukan yaitu pendiskusian penataan kelembagaan pengelola sampai pada sekretariatan yang akan dipilih sebagai temat koordinasi.

E.    PENUTUP
Demikian beberapa catatan kegiatan yang telah dilakukan dan berbagai kendala yang dihadapi dalam penyelenggaraan kegiatan peningkatan perekoniman masyarakat melalui pengembangan desa wisata. Dukungan dan dorongan bagi pembangunan masyarakat desa seperti ini masih perlu dilakukan. Kerjasama dengan berbagai pihak yangpeduli dan berkepentingan masih terus diharapkan. Sekian semoga dapat memberikan gambaran pengembangan desa wisata soran.

Thu, 25 Nov 2010 @12:54


Write Comment

Name

E-mail (not published)

URL

Comment

Secret Code
Please enter the correct sum of these numbers 9+4+4

Cek Nama Domain

Check Domain Name ?

Artikel Terbaru
Kategori
Arsip

Komentar Terbaru
Copyright © 2017 www.dewisoran.com · All Rights Reserved